Laman

Saturday, September 29, 2012

LITTLE ANGELS

I want to share a story about honeslty. The story make me affected, so i think the story it's worth to share.



Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.

Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.

dua manusia super

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.

“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.

“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah.

“Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”

Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!” “Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.” “Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.

Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.

Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.

Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.

YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO


Friday, September 28, 2012

MISS SOMEONE



Haii guys!!!
Do you ever felt things like the quotes??
You at the position when you miss someone but you know that he/she found a happiness without you.
Of course, that will make you feel so hurt because you can't do anything. You can't say to he/she that you miss him/her or you can't meet he/she. Maybe you just can see he/she from a distance.

But i believe that if he found his happiness without me, so i can get too :) If he can happiness without me, why i can't??? I will felt really stupid, i'm pretty and i know that many man want make me become his girlfrined :) and certainly he will better than him.

PONDOK HEXA UJUNG GENTENG

I want to share about lodging at pantai Ujung Genteng, when i go to Ujung Genteng, i'm stay at Pondok Hexa. I think Pondok Hexa is best inn at Ujung Genteng. Why i said that? because the facilities at Pondok Hexa is complete, there is a swimming pool, playground, restaurant and Pondok Hexa also sell souvenir.

About room rates is diverse, Kakap is the most expensive and comprehensive type room with 3 bed room, AC, TV, refrigerator, kitchen and water heater. You can get by paying Rp.1.050.000/Rp.900.000.
The second room is Tuna, facilities 2 bed room, AC, TV, refrigerator, kitchen, and water heater. You can get by paying Rp,700.000/Rp.600.000
Third room is Tiram, facilities 1 bed room, AC, TV, refrigerator and kitchen. You can get by paying Rp.500.000
Fourth room is Kerang, facilities 1 bed room, TV, AC, water heater. You can get by paying Rp.350.000/Rp.300.000
Fifthly room is Lobster with 1 bed room and Fan. You can get by paying Rp.180.000
If you want to add extra bed, you just pay Rp.50.000
And there, another facility is one hall with AC, if you want use the hall, you just pay Rp.400.000

But if you want get low price, you can go there in weekday so you can bargain of price. But if you go there in weekend you can't get low price because in weekend usual so many pople choose to stay at Pondok Hexa.

PONDOK HEXA
Kalapa Condong Ujung Genteng
Sukabumi
081380585444











Saturday, September 22, 2012

FINISHED

Hai guys! I've just finished my activities at my campus, i've partisipation on PROPANKA. It was fun, exciting, and also very tiring. The weather was very hot in the afternoon and become very cold at night.
As usual, i couldn't sleep without bed and pillow :'( but i'm try because in the morning i've many activities and it will make me very very tired. I should direct my group consisting of 15 people and it make me crazy because it's so hard. I like their caregives, i prepare their food, their drink and also i keep their bags.
I know it's not my task but i just can complain and i don't get response :( it's okay! i've many energy to finished all activities.


And, after the even is over i got back my habitat, of course is my bedroom, i really miss my tazmaia. I take a bath very long time because my body full of sweat and i really uncomfort, i think my body is smell because t didn't have take a bath for two days. I'm sleep very long time and i felt tired for two days.
Argh! it's so tired and i be grateful it was finished.
And now, i ready to start my activities as student :)

Tuesday, September 11, 2012

MEET MISS MERRY RIANA

Did you know Miss Merry Riana?
She is motivator women, bussiness women, Billionaire and writter a bestseller book in Singapore
She is WNI but she have study at Singapore with scholarship loan from the government of Singapore
And you must know, she passed a difficult life at Singapore with a financial concerns at Nanyang Technological University
But she struggled and made a remarkable turnaround
And finally, she successfully get income one million dollars at 26 years old.

One month ago, i come to the seminar "Mimpi Satu Juta Dolar" with Miss Merry Riana
It was amazing i can meet with her, take a picture with her and get testimoni from her
More than 2 hours she have my attentions and she make me amazed with her life story
She really extra ordinary women and i really really amazed with her
I WANNA BE THE NEXT MERRY RIANA :)